Grayscale Prediksi Bitcoin Sentuh ATH Baru 2026: Siklus 4 Tahun Sudah Tidak Relevan

Tim Saldopedia
Tim Saldopedia ·
Grayscale Prediksi Bitcoin ATH 2026 - Analisis Institusional

Grayscale: Bitcoin Akan Sentuh All-Time High Baru di 2026

Dunia cryptocurrency kembali dihebohkan dengan laporan terbaru dari Grayscale Research yang dirilis pada awal Desember 2025. Dalam laporan yang bertajuk "What It Takes to HODL", Grayscale secara tegas menolak teori populer tentang siklus 4 tahun Bitcoin dan memprediksi bahwa Bitcoin akan mencapai All-Time High (ATH) baru pada tahun 2026.

Prediksi ini sangat kontroversial karena bertentangan dengan keyakinan umum bahwa Bitcoin selalu mengikuti pola boom-bust yang terikat dengan jadwal halving setiap empat tahun sekali. Grayscale berargumen bahwa struktur pasar saat ini sudah berubah secara fundamental, dan pola lama tidak lagi relevan untuk memprediksi pergerakan harga Bitcoin ke depan.

Laporan ini muncul di tengah volatilitas pasar yang signifikan. Bitcoin mengalami koreksi sekitar 32% dari puncaknya di awal Oktober hingga pertengahan November 2025, sempat menyentuh level $84.000 sebelum kembali pulih. Namun menurut Grayscale, koreksi ini adalah hal yang normal dalam bull market dan bukan tanda dimulainya bear market berkepanjangan.

Mengapa Teori Siklus 4 Tahun Sudah Tidak Relevan?

Teori siklus 4 tahun Bitcoin didasarkan pada pola historis di mana harga Bitcoin cenderung mencapai puncak sekitar 12-18 bulan setelah halving, kemudian mengalami koreksi besar yang berlangsung selama 2-3 tahun sebelum siklus berikutnya dimulai. Halving adalah peristiwa di mana reward mining Bitcoin dipotong setengahnya, yang terjadi setiap 210.000 blok atau sekitar empat tahun sekali.

Namun Grayscale Research memaparkan beberapa argumen kuat mengapa pola ini tidak lagi berlaku:

1. Tidak Ada Rally Parabolik dalam Siklus Ini

Salah satu karakteristik utama dari siklus-siklus sebelumnya adalah adanya kenaikan harga yang sangat ekstrem dan cepat (parabolik) sebelum puncak pasar tercapai. Pada siklus 2017, Bitcoin naik dari sekitar $1.000 ke hampir $20.000 dalam waktu kurang dari setahun. Pada siklus 2021, kenaikan serupa juga terjadi dari sekitar $10.000 ke $69.000.

Namun siklus saat ini tidak menunjukkan pola parabolik yang sama. Kenaikan harga lebih gradual dan terukur, menandakan bahwa dinamika pasar sudah berubah secara fundamental. Tanpa rally parabolik, tidak ada alasan untuk mengharapkan koreksi besar yang biasanya mengikutinya.

2. Dominasi Institusional Menggantikan Retail

124 Crypto ETP di Amerika Serikat

Saat ini sudah ada 124 Exchange-Traded Products (ETP) crypto yang listing di Amerika Serikat dengan total aset mencapai $145 miliar. Ini menandakan masuknya uang institusional dalam skala besar yang tidak pernah terjadi di siklus-siklus sebelumnya.

Digital Asset Treasuries (DAT)

Perusahaan-perusahaan seperti MicroStrategy, Tesla, dan puluhan perusahaan lainnya kini menyimpan Bitcoin sebagai aset treasury. Fenomena ini menciptakan demand struktural baru yang tidak terikat pada siklus spekulatif retail.

Berbeda dengan siklus-siklus sebelumnya yang didominasi oleh aktivitas retail di exchange spot, siklus saat ini didominasi oleh uang institusional yang masuk melalui ETF dan corporate treasury. Investor institusional memiliki horizon investasi yang lebih panjang dan tidak terlalu reaktif terhadap volatilitas jangka pendek, sehingga menciptakan lantai harga yang lebih stabil.

3. Lingkungan Makro yang Mendukung

Grayscale juga menyoroti faktor-faktor makroekonomi yang mendukung harga Bitcoin ke depan:

Potensi Pemotongan Suku Bunga: Federal Reserve berpotensi memangkas suku bunga seiring meredanya inflasi. Suku bunga yang lebih rendah secara historis mendukung aset-aset berisiko termasuk cryptocurrency.

Kemajuan Regulasi Crypto di Amerika Serikat: Ada momentum bipartisan yang signifikan dalam legislasi crypto di Amerika Serikat. Senate Agriculture Committee sudah merilis draft regulasi yang lebih jelas, memberikan kepastian hukum yang selama ini dibutuhkan industri.

Kejelasan Regulasi Global: Tidak hanya di Amerika Serikat, regulasi crypto juga semakin jelas di berbagai negara termasuk Uni Eropa dengan MiCA, Jepang, Singapura, dan Hong Kong. Kejelasan regulasi menarik lebih banyak investor institusional yang sebelumnya ragu karena ketidakpastian hukum.

4. Indikator Teknikal yang Konstruktif

Laporan Grayscale juga mencatat bahwa beberapa indikator teknikal mendukung pandangan bullish mereka:

Put-Option Skew yang Tinggi: Saat ini skew put-option Bitcoin berada di level yang historisnya muncul di dekat dasar pasar, bukan puncak. Ini menunjukkan bahwa pasar terlalu pesimis dan kemungkinan besar akan ada reversal ke atas.

Koreksi yang Normal: Sejak Bitcoin mencapai bottom di November 2022, sudah ada 9 kali pullback sebesar 10% atau lebih. Ini adalah pola yang normal dalam bull market dan bukan tanda berakhirnya tren naik.

Teori Siklus 4 Tahun Bitcoin Sudah Tidak Relevan

Prediksi Harga Bitcoin 2026 dari Berbagai Analis

Grayscale bukan satu-satunya pihak yang optimis terhadap prospek Bitcoin di tahun 2026. Berikut rangkuman prediksi dari berbagai analis dan institusi terkemuka:

Analis/InstitusiTarget 2026Catatan
Grayscale ResearchATH Baru (di atas $126.000)Menolak teori siklus 4 tahun
Bernstein$150.000Target base case, $200.000 untuk 2027
Tom Lee (Fundstrat)ATH pada Januari 2026CEO BitMine, bullish jangka pendek
Coinpedia$150.000 - $230.000Range prediksi untuk 2026
Wall Street Consensus$250.000Target optimistis beberapa analis

Perlu dicatat bahwa ini adalah prediksi dan bukan jaminan. Pasar cryptocurrency sangat volatil dan bisa bergerak berlawanan dengan prediksi manapun. Namun konsensus dari berbagai sumber menunjukkan sentimen yang sangat bullish untuk Bitcoin di tahun 2026.

Pendapat Kontra: Kritik terhadap Prediksi Grayscale

Tidak semua pihak setuju dengan pandangan optimistis Grayscale. Beberapa kritikus dan analis bearish memiliki pandangan berbeda:

Kritik dari Peter Schiff dan Jacob King

Beberapa kritikus terkenal seperti Peter Schiff dan Jacob King memperingatkan bahwa ini bisa menjadi "siklus terakhir sebelum Bitcoin mati". Namun perlu dicatat bahwa Peter Schiff sudah membuat prediksi serupa setidaknya 4-5 kali selama bull market sebelumnya dan selalu salah.

Kritik utama terhadap prediksi bullish meliputi:

Risiko Regulasi yang Masih Ada: Meskipun ada kemajuan, regulasi crypto masih belum sepenuhnya jelas di banyak yurisdiksi. Perubahan kebijakan yang tidak terduga bisa berdampak negatif pada harga.

Korelasi dengan Pasar Saham: Bitcoin semakin berkorelasi dengan aset-aset risiko lainnya. Jika terjadi resesi global atau crash pasar saham, Bitcoin kemungkinan akan ikut terdampak.

Konsentrasi Kepemilikan: Sebagian besar Bitcoin dimiliki oleh sekelompok kecil wallet. Jika whale besar memutuskan untuk menjual, bisa terjadi tekanan jual yang signifikan.

Namun pendukung Grayscale berargumen bahwa setiap siklus bullish selalu diiringi oleh prediksi kematian Bitcoin yang tidak pernah terbukti. Fundamental Bitcoin terus menguat dengan adopsi yang semakin luas, infrastruktur yang semakin matang, dan legitimasi institusional yang semakin kuat.

Implikasi untuk Investor Indonesia

Bagi investor crypto Indonesia, prediksi Grayscale ini memiliki beberapa implikasi penting yang perlu dipertimbangkan:

1. Jangan Panic Sell Saat Koreksi

Grayscale secara eksplisit menyatakan bahwa koreksi 25% atau lebih adalah hal yang normal dalam bull market. Jika Anda memegang Bitcoin dan mengalami paper loss saat koreksi, jangan langsung panik dan menjual. Secara historis, investor yang bertahan melewati volatilitas selalu mendapatkan reward yang signifikan.

2. Pertimbangkan Strategi DCA (Dollar Cost Averaging)

Karena tidak ada yang bisa memprediksi timing pasar dengan sempurna, strategi DCA adalah pendekatan yang bijaksana. Dengan membeli secara berkala dalam jumlah tetap, Anda mengurangi risiko membeli di puncak dan mendapatkan harga rata-rata yang lebih baik.

3. Diversifikasi Portfolio

Meskipun prospek Bitcoin terlihat cerah, jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Pertimbangkan untuk memiliki portofolio yang terdiversifikasi termasuk cryptocurrency lain seperti Ethereum dan stablecoin, serta aset tradisional lainnya.

4. Gunakan Platform Terpercaya

Untuk memanfaatkan peluang di pasar crypto, pastikan Anda menggunakan platform yang aman dan terpercaya. Keamanan aset harus menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan investasi. Pelajari tips keamanan transaksi cryptocurrency untuk melindungi investasi Anda.

Memahami Bitcoin Halving dan Pengaruhnya

Untuk memahami konteks prediksi Grayscale, penting untuk mengerti apa itu Bitcoin halving dan bagaimana pengaruhnya terhadap harga:

Apa Itu Halving?

Bitcoin halving adalah peristiwa yang terjadi setiap 210.000 blok (sekitar 4 tahun) di mana reward yang diterima miner untuk memvalidasi blok dipotong setengahnya. Halving terakhir terjadi pada April 2024, mengurangi reward dari 6.25 BTC menjadi 3.125 BTC per blok.

Pengaruh terhadap Supply

Halving mengurangi laju penciptaan Bitcoin baru, yang secara teori menciptakan kelangkaan dan mendorong harga naik jika demand tetap atau meningkat. Ini adalah mekanisme deflasi yang built-in dalam protokol Bitcoin.

Mengapa Grayscale Melihat Berbeda?

Grayscale berargumen bahwa meskipun halving tetap berpengaruh pada supply, faktor-faktor lain seperti adopsi institusional dan regulasi sekarang memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap harga. Karena itu, pola historis yang terikat pada jadwal halving tidak lagi bisa diandalkan untuk memprediksi pergerakan harga.

Faktor-Faktor yang Akan Menentukan Harga Bitcoin 2026

Beberapa faktor kunci yang perlu dipantau untuk memvalidasi atau menyanggah prediksi Grayscale:

Aliran Dana ETF

Pantau net inflows ke Bitcoin ETF di Amerika Serikat. Aliran dana yang konsisten positif menandakan minat institusional yang berkelanjutan dan mendukung harga.

Perkembangan Regulasi

Kejelasan regulasi di Amerika Serikat dan negara-negara besar lainnya akan sangat mempengaruhi sentimen pasar. Regulasi yang ramah akan mendorong lebih banyak adopsi institusional.

Kondisi Makroekonomi Global

Kebijakan suku bunga, inflasi, dan kondisi ekonomi global akan mempengaruhi selera risiko investor. Lingkungan suku bunga rendah cenderung menguntungkan aset-aset berisiko seperti Bitcoin.

Adopsi oleh Perusahaan dan Negara

Semakin banyak perusahaan dan bahkan negara yang mengadopsi Bitcoin sebagai treasury asset atau legal tender, semakin kuat demand struktural untuk Bitcoin.

Strategi Investasi Bitcoin untuk Menghadapi 2026

Berdasarkan analisis Grayscale dan kondisi pasar saat ini, berikut beberapa strategi yang bisa dipertimbangkan:

Strategi untuk Investor Konservatif

Jika Anda memiliki toleransi risiko yang rendah, pertimbangkan alokasi kecil (5-10% dari portfolio) ke Bitcoin dan fokus pada aset stabil seperti USDT atau stablecoin lainnya untuk sebagian besar portfolio. Gunakan strategi DCA dengan nominal kecil secara berkala.

Strategi untuk Investor Moderat

Alokasikan 15-25% portfolio ke cryptocurrency dengan pembagian antara Bitcoin, Ethereum, dan altcoin blue-chip. Manfaatkan koreksi untuk menambah posisi dan set target take profit secara bertahap.

Strategi untuk Investor Agresif

Bagi Anda yang memiliki toleransi risiko tinggi dan horizon investasi panjang, alokasi lebih besar ke crypto bisa dipertimbangkan. Namun tetap diversifikasi antar berbagai aset crypto dan siapkan mental untuk volatilitas tinggi.

Apapun strategi yang Anda pilih, pastikan untuk hanya menginvestasikan uang yang siap Anda "hilangkan" tanpa mengganggu kebutuhan hidup sehari-hari. Cryptocurrency adalah aset yang sangat volatil dan bisa mengalami penurunan tajam dalam waktu singkat.

Strategi Investasi Bitcoin 2026

Kesimpulan: Apakah Prediksi Grayscale Akan Terbukti?

Laporan Grayscale Research tentang Bitcoin ATH 2026 memberikan perspektif yang menarik dan berbeda dari pandangan mainstream. Argumen mereka bahwa siklus 4 tahun sudah tidak relevan didukung oleh perubahan struktural pasar yang nyata, termasuk dominasi institusional dan kejelasan regulasi yang semakin meningkat.

Poin-poin Kunci:

  1. Grayscale menolak teori siklus 4 tahun yang selama ini dipercaya oleh mayoritas pelaku pasar crypto.

  2. Bitcoin diprediksi mencapai ATH baru di 2026 berkat perubahan struktural pasar dan lingkungan makro yang mendukung.

  3. Dominasi institusional melalui ETF dan corporate treasury mengubah dinamika pasar secara fundamental.

  4. Koreksi 25%+ adalah normal dalam bull market dan tidak selalu menandakan dimulainya bear market.

  5. Regulasi yang semakin jelas di Amerika Serikat dan global memberikan kepastian yang dibutuhkan investor institusional.

Tentu saja, tidak ada yang bisa memprediksi masa depan dengan pasti. Pasar cryptocurrency penuh dengan ketidakpastian dan bisa bergerak berlawanan dengan ekspektasi. Namun dengan memahami berbagai perspektif dan melakukan riset sendiri, Anda bisa membuat keputusan investasi yang lebih informed.


Mulai Investasi Crypto dengan Aman di Saldopedia

Tertarik untuk memulai atau menambah investasi cryptocurrency Anda? Saldopedia menyediakan layanan jual beli crypto yang dirancang untuk keamanan dan kemudahan pengguna Indonesia.

Rate Real-Time Transparan

Harga mengikuti pasar global dengan spread kompetitif. Tidak ada biaya tersembunyi.

Proses Cepat 5-15 Menit

Transaksi diproses dengan cepat. Crypto langsung dikirim ke wallet Anda setelah order dikonfirmasi.

Mulai dari Rp 25.000

Tidak perlu modal besar untuk memulai. Cocok untuk strategi DCA dengan nominal kecil secara berkala.

Support Responsif via WhatsApp

Tim customer service siap membantu kapan saja. Komunikasi langsung tanpa bot.

Mulai sekarang:

  1. Daftar akun Saldopedia gratis
  2. Deposit saldo ke akun Anda
  3. Order Bitcoin atau crypto pilihan Anda
  4. Nikmati transaksi aman, cepat, dan transparan

Baca Juga

Bagikan Artikel:
Ikuti Saldopedia:
Grayscale Prediksi Bitcoin Sentuh ATH Baru 2026: Siklus 4 Tahun Sudah Tidak Relevan | Saldopedia